Manusia adalah makhluk yang diciptakan Allah dalam keadaan yang sempurna. Akan tetapi seringkali manusia justru merasa dirinya tidak sempurna atas keadaan yang dimilikinya. Entah itu karena kekurangan harta, kedudukan, kondisi yang tidak aman, wajah yang tidak cantik, dll.
Beberapa orang membela diri : Lhoh ga pa2 dong…toh di dalam Al quran disebutkan bahwa manusia itu kan diciptakan dalam keadaan keluh kesah..wajar dong…manusiawi
“Sesungguhnya manusia diciptakan dalam keadaan berkeluh kesah.” (QS Al-Ma’arij: 19)
Ya, dalam ayat diatas AAllah menyebutkan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan kesah, artinya sebenarnya dia memiliki potensi untuk senantiasa mengeluh atas kekurangan yang dimilikinya. Apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah da apabila diberi kebaikan ia kikir. Tapi layaknya kita memperhatikan ayat-ayat selanjutnya yang menyebutkan bahwa ada pengecualian. Bahwa ada orang orang yang akhirnya tidak memunculkan potensi keluh kesah itu dalam kehidupannya dan akhirnya dijanjikan surga. mereka adalah:
1. Orang-orang yang khusyuk dalam sholatnya
2. Orang-orang yang senantiasa menyiapkan sebagian hartanya untuk diberikan kepada yang lain
3. Orang-orang yang mempercayai hari pembalasan
4. Orang-orang yang memelihara kemaluannya
5. Orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya
6. Orang-orang yang berpegang teguh pada kesaksiannya
Keputusannya ada ditangan kita. Mau jadi hamba yang seperti apakah kita ini menjadi hamba yang pandai bersyukur atau hamba yang lalai akan nikmat yang Allah berikan.
Keluh kesah adalah salah satu ekspresi yang dikeluarkan oleh manusia ketika ia merasa ada sesuatu yang tidak sesuai dengan idealita. pertanyaan selanjutnya adalah apakah dengan mengeluh maka permasalahan kita akan selesai? akanlah keluh kesah itu mengurangi kesedihan dan kebingungan kita dalam menghadapi sesuatu? jawaban yang muncul adalah tidak. karena kadang-kadang keluh kesah justru akan membuat kita malah merasa semakin lemah karena terlalu menurutkan hawa nafsunya.
Kita mungkin pernah mengalami kegalauan dalam menjalani kehidupan kita di dunia. Begitu banyak permasalahan yang kita hadapi. Permasalahan ini kadang membuat kita capek. Dalam salah satu Dirosat Tarbawi disampaikan bahwa Terkadang bukan keadaan yang harus diganti, tapi suasana hati yang harus diperbaiki. Ya. Ada kalanya kita dihadapkan pada kondisi yang sulit kita ubah. Keadaan ini terkadang membuat kita merasa sangat letih dan berhenti bergerak, atau tak acuh dan tidak peduli. Padahal salah satu hal yang kita yakini bahwa masing-masing kita ini adalah penggerak dakwah. maka kalau kita sendiri sudah merasa capek kemudian berhenti, siapa lagi yang akan mengemudikan gerbong-gerbong dakwah ini??
Hal yang bisa kita lakukan adalah mencoba mengubah dan memperbaiki suasana hati kita. Mungkin dengan melihat dari sudut yang berbeda, dengan cara pandang yang berbeda. maka, akan kita temukan hikmah dan celah bagi kita untuk memperbaiki. Yakinlah, tidak ada yang bisa membantu kita mengatasi segala kejumudan, keletihan, dan kefuturan kita selain dirikita sendiri.
Kemudian, setelah itu, kita bangitkan enrgi kita dengan ibadah. Sesungguhnya ibadah itu bukan hanya sekedar pembuktian kita kepada Allah sebagai seorang muslim, tapi ia adalah sumber energi yang tak pernah habis. Energi ibadah itu yang akan menyokong pergerakan kita.
” Perbaikilah suasana hati kita dan bangkitkan energi kita dengan ibadah”